{"id":7796,"date":"2018-04-13T11:53:06","date_gmt":"2018-04-13T03:53:06","guid":{"rendered":"https:\/\/soppeng.go.id\/\/?p=7796"},"modified":"2018-04-13T11:53:06","modified_gmt":"2018-04-13T03:53:06","slug":"seminar-sejarah-dan-budaya-di-bumi-latemmamala","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/soppeng.go.id\/kareba_soppeng\/seminar-sejarah-dan-budaya-di-bumi-latemmamala\/","title":{"rendered":"Seminar Sejarah dan Budaya Di Bumi Latemmamala"},"content":{"rendered":"<p>Sekretaris Daerah, Drs. A.Tenri Sessu M.Si Membuka secara resmi seminar sejarah dan budaya dengan tema Bumi Latemmamala Dalam Bingkai Sejarah dan Kearifan Lokal yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Sejarah Universitas Hasanuddin Makassar Jumat,13\/04\/18 di ruang pola kantor Bupati Soppeng.<br \/>\nSekretaris daerah dalam sambutannya mengatakan bahwa Soppeng merupakan sebuah kota kecil dengan luas wilayah kurang lebih 1.500 km\u00b2 terdiri dari 8 kecamatan, 21 keluarahan dan 49 desa.<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-7799 alignleft\" src=\"https:\/\/soppengkab.go.id\/\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/WhatsApp-Image-2018-04-13-at-10.49.07-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" \/><br \/>\nNamun dalam sisi sejarah Soppeng merupakan tempat yang menarik untuk dikaji karena Soppeng merupakan peradaban kuno, Salah satu bukti adanya peradaban kuno ialah berdirinya bangunan Villa Yuliana yang megah pada tahun 1905.<br \/>\nselain itu ada beberapa tempat di Kabupaten Soppeng yang dapat dikunjungi sebagai objek penelitian salah satunya seperti sungai purba yang ada di Walennae.<br \/>\n&#8220;semoga dari seminar ini kita menemukan komitmen bersama untuk menemukan sejarah yang bernilai, sejarah dan budaya akan menjadi identitas bersama dan kiranya kitapun tidak akan melupakan sejarah&#8221; Harap Tenrisessu.<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-7800 alignleft\" src=\"https:\/\/soppengkab.go.id\/\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/ygtckuyc-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" \/><br \/>\nSementara Ketua Departemen ilmu Sejarah Unhas, DR.Nahdiah Nur, M.Hum mengatakan bahwa kegiatan seminar dalam rangka pengenalan kajian objek sejarah yang kita lakukan pada hari ini merupakan representasi dari keseriusan Depertamen Ilmu Sejarah dalam mendorong pemanfaatan sumber daya sejarah menjadi objek penting dalam menunjang peningkatan pariwisata daerah.<br \/>\n&#8220;Tujuan mendasar dari kegiatan ini adalah melakukan observasi dan idientifikasi terhadap sumber daya sejarah di daerah&#8221; ungkapnya<br \/>\nkarna bukan hanya teori mata kuliah, lanjutnya, namun kami membutuhkan praktek untuk menjamin kebenaran suatu teori, hasil observasi ini kemudian menjadi bahan kajian para dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan kajian ilmu sejarah.<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-7797 alignleft\" src=\"https:\/\/soppengkab.go.id\/\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/feeggwg-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" \/><br \/>\n&#8220;saya harap kegiatan ini memiliki implikasi positif terhadap daerah, khusunya dalam upaya merancang, mengelola dan mengembangkan potensi sumber daya sejarah yang dimiliki daerah ini dalam pengembangan pariwisata&#8221; Harap Nahdiah<br \/>\nselain itu Nahdiah berharap kegiatan ini menjadi penyambung tali silaturahmi yg erat antara keluarga besar Departemen ilmu sejarah dengan pemerintah daerah setempat.<br \/>\nAdapun Nara sumber yang dipercayakan dalam seminar ini adalah, DR.Suriadi Mappangara M.Hum dan Budayawan Soppeng, Andi Abdul Waris.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekretaris Daerah, Drs. A.Tenri Sessu M.Si Membuka secara resmi seminar sejarah dan budaya dengan tema Bumi Latemmamala Dalam Bingkai Sejarah dan Kearifan Lokal yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Sejarah Universitas Hasanuddin Makassar Jumat,13\/04\/18 di ruang pola kantor Bupati Soppeng. Sekretaris daerah dalam sambutannya mengatakan bahwa Soppeng merupakan sebuah kota kecil dengan luas wilayah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":7798,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,3],"tags":[],"class_list":["post-7796","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-terkini","category-terkini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/soppeng.go.id\/kareba_soppeng\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7796","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/soppeng.go.id\/kareba_soppeng\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/soppeng.go.id\/kareba_soppeng\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/soppeng.go.id\/kareba_soppeng\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/soppeng.go.id\/kareba_soppeng\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7796"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/soppeng.go.id\/kareba_soppeng\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7796\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/soppeng.go.id\/kareba_soppeng\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/soppeng.go.id\/kareba_soppeng\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7796"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/soppeng.go.id\/kareba_soppeng\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7796"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/soppeng.go.id\/kareba_soppeng\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7796"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}