{"id":7019,"date":"2018-01-31T11:21:22","date_gmt":"2018-01-31T03:21:22","guid":{"rendered":"https:\/\/soppeng.go.id\/\/?p=7019"},"modified":"2018-01-31T11:21:22","modified_gmt":"2018-01-31T03:21:22","slug":"wakil-bupati-soppeng-mendengarkan-aspirasi-tenaga-honorer-soppeng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/soppeng.go.id\/kareba_soppeng\/wakil-bupati-soppeng-mendengarkan-aspirasi-tenaga-honorer-soppeng\/","title":{"rendered":"Wakil Bupati Soppeng mendengarkan aspirasi Tenaga Honorer Soppeng"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Wakil Bupati Soppeng Supriansa,SH,MH menghadiri pertemuan dengan seluruh tenaga Honorer Soppeng yang dilaksanakan oleh BKSDM Soppeng di ruang Pola Kantor Bupati Soppeng Jalan Salotungo Kecamatan Lalabata, Rabu 31 Januari 2018.<br \/>\nAsisten III Administrasi Umum kamaruddin, SE, M.Si saat membuka acara mengatakan ada beberapa hal yang menjadi masalah sehingga para honorer ini (K2) tidak diangkat menjadi PNS\/ASN diantaranya :<br \/>\n1. Lulus Ujian Tapi Cacat Administrasi<br \/>\n2. Lengkap Administrasi tapi tidak Lulus Ujian<br \/>\n3. syarat pengabdiannya lengkap tapi tidak didukung berkas yang otentik.<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-7022 alignleft\" src=\"https:\/\/soppengkab.go.id\/\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/r43rc43cr4-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" \/><br \/>\n\u201cbahkan sewaktu saya masih di sekretaris di BKD Soppeng atas kesepakatan dengan DPRD Kab.Soppeng dan Sejumlah LSM Kami sudah membawa seluruh berkas K I dan K II yang belum menjadi PNS untuk diajukan ke Pemerintah Pusat\u201d Jelas Kamaruddin.<br \/>\nWakil Bupati mengatakan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah, maka saya sudah meminta kepada instansi terkait yaitu BKD Soppeng (BKSDM sekarang) pada bulan Juni 2016 atau 4 bulan setelah dilantik jadi wakil Bupati untuk mengumpulkan (menginventarisir ) seluruh nama-nama kategori I dan II yang belum menjadi PNS untuk diajukan ke Mempan supaya ditindak lanjuti.<br \/>\n\u201c saat itu muncul permasalahan yaitu Undang-Undang ASN, sedangkan kita ketahui bahwa pemerintah pusat tidak mampu mengambil kebijakan kalau tidak ada UU yang mendukung\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-7020 aligncenter\" src=\"https:\/\/soppengkab.go.id\/\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/4cr43cr43c-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" \/><br \/>\n\u201cNamun sejak Presiden Joko Widodo menerbitkan Surat Presiden (Surpres) yang intinya memerintahkan tiga menteri untuk membahas revisi UU Aparatur Sipil Negara, maka ini bisa menjadi peluang bagi tenaga honorer (non PNS) untuk diangkat menjadi PNS\u201d Ungkap Supriansa.<br \/>\nSupriansa memerintahkan kepada BKSDM Soppeng untuk mengumpulkan dan mengupdate seluruh nama nama honorer yang masih aktif sampai sekarang di lingkup Pemerintah Kabupaten Soppeng baik itu tenaga Administrasi, Kesehatan ataupun Guru untuk didata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-7023 aligncenter\" src=\"https:\/\/soppengkab.go.id\/\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/rfc3rc-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" \/><br \/>\n\u201cseluruh berkas ini akan dipilah-pilah dan diklasfikasi menjadi beberapa kategori maupun non kategori supaya bisa ditahu pasti jumlahnya , kedepan kalau sudah rampung (secepatnya) akan dibawa ke pemerintah pusat supaya bisa menjadi acuan\/bahan perubahan pada saat revisi Undang-undang ASN\u201d lanjutnya.<br \/>\npertemuan ini dihadiri sekitar 400 orang tenaga honorer K I dan KII dan honorer non kategori.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wakil Bupati Soppeng Supriansa,SH,MH menghadiri pertemuan dengan seluruh tenaga Honorer Soppeng yang dilaksanakan oleh BKSDM Soppeng di ruang Pola Kantor Bupati Soppeng Jalan Salotungo Kecamatan Lalabata, Rabu 31 Januari 2018. Asisten III Administrasi Umum kamaruddin, SE, M.Si saat membuka acara mengatakan ada beberapa hal yang menjadi masalah sehingga para honorer ini (K2) tidak diangkat menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":7021,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,3],"tags":[],"class_list":["post-7019","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-terkini","category-terkini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/soppeng.go.id\/kareba_soppeng\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7019","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/soppeng.go.id\/kareba_soppeng\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/soppeng.go.id\/kareba_soppeng\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/soppeng.go.id\/kareba_soppeng\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/soppeng.go.id\/kareba_soppeng\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7019"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/soppeng.go.id\/kareba_soppeng\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7019\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/soppeng.go.id\/kareba_soppeng\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/soppeng.go.id\/kareba_soppeng\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7019"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/soppeng.go.id\/kareba_soppeng\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7019"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/soppeng.go.id\/kareba_soppeng\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7019"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}